Begini Cara Menyimpan ASI yang Benar agar Tidak Cepat Basi

Begini Cara Menyimpan ASI yang Benar agar Tidak Cepat Basi

Memiliki bayi tentu menjadi sebuah kebahagiaan bagi setiap keluarga, namun hal ini juga tentunya menambah kesibukan baru, yaitu merawat bayi. Khususnya untuk sang ibu yang memiliki tugas untuk memberikan ASI. Tidak ada alasan untuk tidak memberikan ASI kepada bayi, jika Anda sibuk salah satu solusinya adalah dengan cara menyimpan ASI yang benar, berikut tipsnya.

Wadah Penyimpanan

ASI yang tidak diberikan secara langsung kepada bayi disebut dengan ASI perah atau yang disingkat dengan ASIP. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan ASIP, salah satunya adalah soal wadah penyimpanannya. Terdapat dua macam wadah yang bisa dipilih untuk dijadikan sebagai tempat menyimpan ASIP.

Anda bisa menggunakan botol plastik ASI atau botol kaca. Kedua bahan ini sama bagusnya jika digunakan, namun kelebihan untuk botol kaca adalah lebih kuat dan aman. Sementara untuk botol plastik lebih rentan bocor, namun keunggulannya disini adalah botol plastik lebih ekonomis dibanding dengan botol kaca.

Jadi, soal keamanan lebih direkomendasikan menggunakan botol kaca. Selain itu, penggunaan botol plastik juga tidak bisa digunakan dua kali alias sekali pakai. Namun, meskipun dengan botol kaca bisa digunakan kembali, pastikan untuk selalu menjaga kebersihannya.

Suhu Penyimpanan

Kedua soal suhu untuk menyimpan ASIP, dalam hal ini terdapat dua tips agar ASIP tidak cepat basi. Pertama, segera letakkan ASI pada lemari pendingin setelah Anda memerahnya. Kedua jangan meletakkan langsung ASIP pada freezer, hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga saat terjadi perubahan suhu yang mendadak.

Perlu dicatat, ASIP hanya bisa bertahan hingga 24 jam. Hal tersebut bisa didapat jika Anda menjaga kondisi suhu yang stabil (tidak berubah) pada lemari pendingin. Masa penyimpanan juga bisa bertambah sampai 36 jam, caranya adalah dengan memberikan es batu yang telah membeku pada freezer.

Berikan Tanda

Tanda atau bisa disebut juga dengan label, tujuan adalah agar tidak tertukar. Anda bisa memberikan tanda dengan label jam saat menaruh, sehingga bisa tahu kapan masa kadaluarsanya. Hal ini tentu sangat penting sekali, karena jika sampai tertukar akan sangat berdampak pada kesehatan bayi.

Kebersihan pada Tempat Penyimpanan

Cara untuk memastikan wadah penyimpanan steril adalah dengan cara direbus dengan air yang mendidih. Anda juga bisa menggunakan steamer botol untuk memastikan botol wadah ASIP tersebut bebas dari kuman atau bekas ASIP sebelumnya.

Kemudian, perlu diperhatikan pula tempat penyimpanannya. Pastikan tempat penyimpanan ASIP tidak bercampur dengan bahan-bahan lain, seperti bahan makanan atau lainnya. Anda perlu menyimpan ASIP pada tempat khusus agar tidak terkontaminasi dan bisa bertahan sesuai pada waktu kadaluarsanya.

Itulah tadi beberapa cara menyimpan ASI yang benar agar tidak mudah basi. Cara ini bisa dilakukan jika memang tidak memiliki waktu luang dalam memberikan ASI secara langsung kepada bayi. Namun, jika masih bisa, lebih utamakan memberikan ASI secara langsung karena pastinya hal tersebut akan lebih baik untuk kesehatan bayi.

Back To Top